Breaking

Agen Poker Online

Wednesday, May 10, 2017

CERITA DEWASA - BERSAING KEHEBATAN BERGOYANG


Sex Dewasa 19, Cerita Rintihanku, cerita perawan, cerita dewasa terbaru, cerita sange, cerita ML, cerita ngentot, cerita bugil, Foto Bugil, Cerita hot Indonesia, Cerita hot Bule, cerita bokep, Cerita ngentot, Agen Judi Online Terpercaya, Situs judi Online, memek basah, toket besar, pesta sex, cewek bispak, threesome, sange berat, cewek horny, abg hypersex



Awal cerita sex hot ini saat aku mempunyai teman dekat satu teman SMP di kota yg sama tp beda sekolah, temanku itu bernama Vivi orangnya supel enak diajak ngobrol dia memliki wajah baby face, dgn kepala yg diselimuti jilbab Nampak tambah manis, tinggi badannya kira kira 160cm, aku sangat suka menyukainya.



Oya perkenalkan namaku Dika, saat itu aku dan Vivi hanyalah teman biasa namun dari sejak SMP sampai sekarang kita SMA aku mempunyai rasa jatuh cinta kepadanya, dgn keberaVivinku aku ajak ketemuan Vivi ditempat Mall ternama di kota ku. Dia pun menyetujui dan sepakat untuk bertemu.

Sengaja kusiapkan sekuntum mawar merah sebagai alat bantu dlm menyatakan cintaku kepadanya. Tp karena malu untuk menyatakan cinta kepadanya di keramaian orang Maka kuajak dia untuk ke bioskop. Biar nembaknya di bioskop aja menurutku. Dia menyetujuinya dan kami pergi ke bioskop yg ada di mall tersebut.

Kami menduduki jejeran bangku H, aku tdk memperhatikan film yg ditaygkan karena aku dari awal Vivitnya nembak dia. Dan aku mengajak dia berbincang.

“Ada yg mau aku omongin ke loe.”

“Apa? Hmm kok serius banget ngomongnya?” jawab dia sedikit heran dgn gaya omonganku.

“Gini, Sebenernya gue tuh sayang and cinta banget sama loe..’’ belum selesai aku melanjutkan, dia sdh memotong omonganku.

”hmm loe mau nembak gue yaa? Iyaa gue juga sayang banget sama loe.. tp inget Dik kita tuh sahabat.”

Aku pun menjawab pernyataannya dgn sedikit kecewa.

“hmm gitu ya? Ya mungkin loe jadi pacar gue hanya impian semata dan ngga bakalan terwujud’’.

“hmmm, kata siapa? Hahaha gue tuh Cuma bercanda Dik tadi. Gue mau kok jadi pacar loe mulai sekarang.’’ Dia menjawab lagi dgn sedikit malu.

Mulai detik itu kami pun berstatus ‘pacaran’. Setelah ngobrol-ngobrol dengannya kami pun melanjutkan menikmati film yg di putar.

Pegang tangan, rangkulan. Lalu ku cium tangannya, kebiasaanku melakukan hal ini kepada pacarku. Mantan-mantanku pun pernah kucium tangannya. Tp respon dari pacarku ini berbeda. Awalnya dia tarik tangannya. Katanya sih geli, tp kok dia tempel lagi tangannya ke bibirku? Malah diteken-teken. Alhasil tangannya pun sedikit berwarna merah di bagian yg kuciumi.

Setelah dari tangannya, kucoba untuk mencium bibirnya. Kutengokkan wajahnya ke wajahku. Seketika aku pertemukan bibirku dengannya. Dia tdk merespon negatif. Lalu perlahan kuselipkan lidahku ke dlm mulutnya. Dia pun tdk menolaknya.

Dan akhirnya kami French kissing. Saat melakukan kiss tersebut, sempat aku bukakan mataku dan melihat kecantikan wajahnya. Dan ternyata terlihat dari ekspresinya tersebut bahwa dia sangat menikmati kiss tersebut. Kami ber French kissing cukup lama.

Tiba-tiba kami dikejutkan oleh seseorang gadis. Gadis itu ternyata adalah mantan pacarku. Sebut saja namanya Santi.

Wajahnya juga cukup cantik namun dia tdk mengenakan jilbab saat itu.

‘’Hmm duuuhhh si Dika pacaran enak banget, sorry ganggu ya, nih gue duduk Cuma 3 bangku di samping pacar loe. Gue kira siapa gitu, eh ternyata elu. Hahahahaha ya udah gua sapa deh daripada Cuma pura-pura ngga liat.’’ Ejek dia.

“hahahaha dasar loe San. udah urus itu cowo loe. Ngga enak gara-gara gue, dia jadi dicuekin kan sama loe.’’ Jawabku.

Santi pun kembali ke bangkunya, lalu dia sedikit berbincang dgn pacarnya. Ah peduli apa aku dengannya? Toh dia Cuma mantan. Walaupun bagiku dia mantan terbaik, tp aku kan udah punya pacar. Rada kesel juga sih, lagi enak-enak French kiss eh diberhentiin seseorang. Jadinya sekarang aku dan pacarku hanya bisa menikmati kembali film tersebut walaupun ga ngerti alur ceritanya.

Tiba-tiba pacarku berkata,

‘’Say, coba kamu liat itu mantan kamu sama cowonya. Mereka bukan Cuma ciuman kyk kita tadi yg. Liat tangan cowonya, itu dadanya mantan kamu diremes-remes dari dalem kaosnya gitu.Tangannya mantan kamu juga nakal, masuk-masuk ke celana cowonya. Hmm jangan-jangan kamu juga pernah gitu ya sama dia?’’ aku diam sejenak.

“hmm itu? Jujur aja yg, aku semaksimalnya dulu sama dia sampai remas-remas dada tp masih diluar pakaian.’’ Jawabku.

‘’enak ngga sih say? Kalau enak, kamu mau ngga gituin aku?’’ jawab dia.

Permintaan dia membuatku kaget, wah pacar aku udah kerangsang ini mah.

“hmm mantan aku sih keenakan, tuh liat aja sekarang dia keenakan banget kan. Kamu mau?” dia hanya mengangguk.

Lalu aku pun kembali mencium bibirnya. Kami kembali melakukan French kiss namun tanganku mulai meraba-raba dadanya. Kutaksir dadanya berukuran 36 B.

Sepertinya dia sangat menikmatinya. Terasa dari ciumannya yg semakin ganas dan tangannya mulai meraba-raba tubuhku. Tiba–tiba dia menuntun tanganku ke dlm pakaiannya. Dia menuntunku untuk meremas’’ dadanya dari dlm pakaiannya.

Terasa sebuah kain masih menutupi toketnya. Perlahan ku turunkan cup BHnya dan kumulai untuk meremas-remas toketnya. Terasa ada yg menonjol dari tonjolan itu. Pentilnya. Sesekali kupijit-pijit kecil pentilnya itu. Saat dipijt. Pacarku pun sedikit menggelinjang.

Pacarku mulai kehilangan akal sehatnya. Tangannya sdh mulai meremas-remas adik mungilku dari luar celana jeansku. Lalu dia membuka kancing jeansku dan tangannya menyusup ke dlm CDku.

Sehingga saat itu kont0lku yg sdh menegang tersebut diraihnya. Dia-pun memijit kont0lku dan sesekali dikocoknya. Jujur aku merasa keenakan saat itu, tp aku menutupi rasa tersebut dgn wajahku seolah-olah ga kenapa-kenapa.

Kami menyelesaikan French kiss kami, namun tangan kami masih saling memijat. Dia pun melihat kea rah mantanku. Astaga! Terlihat dia sedang mengulum’’ kont0l pacarnya. Gelapnya bioskop membuat pemandangan itu menjadi remang-remang.

Tp ketara jelas dia sedang mengulum kont0l pacarnya.

“Say aku mau gituin kamu juga dong.’’ Jelas dia.

Eh buset ini cewe gue udah kesetanan bukan?? Aku awalnya mikir-mikir dulu. Tp tangan ceweku yg nakal. Itu kont0lku dikeluarin dari celanaku.

Dia mulai menundukan kepalanya kea rah kont0lku. Dia ciumi, jilati, dan tak lama kemudian dia kulum kont0lku. Awalnya pelan-pelan, lama-lama kencang. Asli saat itu kalau aku mau keluarin peju aku juga bisa. Tp aku tahan aja. Ga enak sama ceweku.

Ga lama, Santi selesai mengulum kont0l cowonya. Entah apa yg terjadi di sana aku tdk tahu. Tp ini ceweku masih aja ngulum’’ kont0lku dgn nikmatnya. Ku bilang ke dia,

‘’Say udahan dong. Itu liat Santi juga udahan. Lagipula kayaknya ini film udah mau beres’’. Dia pun menurut, kont0lku dilepasnya dan celanaku kembali dibereskan.

Lalu kami kembali menikmati film tersebut . dan benar 15 menit setelah itu, film pun selesai.

Kami keluar dari studio. Di luar studio ternyata kami ditunggu oleh Santi dan pacarnya.

“heh! Maksud lu apa ngikutin gua tadi di dalem studio? Gua gini, lu ikut gini. Gua gitu, lu ikut gitu.” Santi labrak Vivi.

“Gue Cuma ga seneng aja sama gaya lu pas tadi lu kagetin gue sama cowo gue!” Vivi pun melabrak balik.

Tiba-tiba Santi berkata kepada pacarnya,

“Say, kamu bawa duit berapa?”

“Sisa 500rb nih. kenapa SAY?” Tanya pacarnya.

Dgn nada rendah dia berkata

“Kita nyewa kamar.”

“hmm mending di rumah akuku aja.” Jawab pacarnya.

“aku mau nunjukkin ke jablay itu kalau kita lebih hebat’’ Santi jawab kembali.

Aku kaget bukan main dengar kata-katanya. Ingin ku labrak balik mantanku itu karena telah memanggil pacarku dgn sebutan jablay. Tp tiba-tiba pacarku yg menjawab.

“oh loe mau saingan? Ok! Gue ngga takut sama loe. Loe tuh yg jablay!” Labrak balik dari pacarku.

Aku dan pacarnya Santi pun Cuma bisa kaget aja melihat pacar kita berdua.

Singkat cerita, Kami berempat menyewa sebuah kamar. Kamar tersebut berisi 2 tempat tidur. Sesampai di kamar tersebut, Aku dan pacarnya Santi, sebut sama Varo, didorong oleh pacar masing-masing ke atas tempat tidur. Dan benar, mereka mulai berlomba memuaskan pacarnya.

Vivi secara cepat melepas semua pakaianku. Dia mulai menciumi kembali kont0lku. Dikulumnya kont0lku dgn penuh nafsu. Kont0lku yg berukuran 16cm tersebut memang tak bisa dihisapnya secara penuh. Tp dia punya teknik tersendiri. Dia mengulum biji zakar ku. Lalu menciumi dan menghisapi batang kont0lku dari pangkal hingga ujungnya. Teknik tersebut dilakukan secara berulang-ulang.

Berbeda dgn Vivi, Santi justru lansung ke arah yg lebih ekstrim. Dia memulainya dgn lansung berhubungan kelamin. Posisi yg digunakannya adalah Women on top. Ya wajar secara dlm peraturan pertandingannya, sang pacar tdk boleh beraksi. Hanya diperbolehkan menikmati pelayanan ekstra dari pasangan masing-masing.

Raungan dari pasangan Santi Varo pun terdengar di ruangan tersebut. Sedangkan pasangan Vivi dan aku masih senyap. Hanya aku yg sedikit meringis keenakan karena Vivi sedang sibuk melayani kont0lku itu. Tiba Vivi melepas kont0lku dari mulutnya.

Badannya beranjak ke atas tubuhku. Dibuka CDnya. Dgn tetap memakai rok, Kont0lku diarahkan ke arah meqinya. Dia menggesek-gesekkan kont0lku dgn meqinya. Setelah siap, dia mulai memasukkan kont0lku ke dlm meqinya.

Saat kepala kont0lku masuk seutuhnya ke dlm meqi. Mulai terasa nikmatnya ML. terasa kont0lku semakin lama semakin menembus lubang meqinya. Namun tiba-tiba kont0lku terasa menemui sesuatu. Kupikir itu adalah selaput perawannya.

Ya memang itu sepertinya. Vivi pun menyadari kont0lku menemui selaput daranya. Tp secara cepat dia menjatuhkan badannya. Sehingga otomatis kont0lku menembus selaput daranya dgn seketika. Dia berteriak kesakitan. Namun hanya sebentar. Karena di tempat tidur yg lain. Santi tertawa mendengar jeritan Vivi.


Vivi mulai memompa meqinya ke atas dan kebawah. Isak tangisnya yg terjadi akibat hilangnya keperawanannya tersebut lama-lama menghilang dan kemudian berubah menjadi desahan nikmat. Vivi merasa berat melakukannya dgn busana.

Maka ia lepas semua busana yg ia pakai. Alangkah indah tubuhnya. Kulit putih, wajah cantik baby face. Rambut lurus sebahu, toket 34B mengantung dgn puting berwarna pink lalu meqi berwarna pink dgn bulu-bulu halus di sekitarnya.

Vivi pun kembali memompa meqinya. Toketnya bergoncang ke atas dan ke bawah saat ia memomba meqinya. Wajahnya terlihat sangat menikmati hal tersebut. Tiba-tiba ia mendenguh keras. Terasa ada cairan tersemprot membasahi kemaluanku dan mulai merembes keluar dari meqinya. Dia telah mengalami orgasme hebat. Bukan hanya sekali. Terasa 2 3 kali derasan air meqinya membasahi kemaluanku.
Santi tertawa melecehkan Vivi,

“hahahaha jablay murahan emang baru gitu aja udah keluar.’’ Tap tak lama justru pacarnya mencabut kont0lnya.

Saat kont0lnya tercabut lansung muncrat spermanya membasahi tubuhnya hingga ada yg mengenai wajahnya.

Jujur saja, aku terangsang bukan hanya karena Vivi. Tp karena Santi juga. Tak bisa terlupakan wajahnya saat tersemprot sperma dari pacarnya itu. Ditambah lagi, sperma yg ada di tubuhnya diratakan hingga ke seluruh tubuhnya.

Varo menyerah, dia sdh terlampau capek. Karena dia sdh dilayani oleh Santi sejak di bioskop tadi dgn sangat bergairah. Dia bebaring dan tak lama ia tertidur.

“Anjjiirrr cowok gue payah ah. Masak tidur sekarang? Gua gimana ini?” Cetus Santi.

“Rasakan! Makanya jadi orang jangan sok jago. Eh malah pasangannya yg KO duluan.” Ledek Vivi.

Santi tdk terima perkataan dari Vivi tersebut. Ia menghampiri Vivi dan menamparnya. Aku kaget segera beranjak dan menampar balik Santi.

“dari awal gue ngga suka perilaku loe ke cewek gue San. gue tau lu lebih berpengalaman. Sedangkan cewe gue tuh baru sekarang kayak gini. “ lalu aku bicara ke Vivi.

“Kamu juga say. Ngga usah lah make berantem kayak gini, kita damai-damai aja.”

“Aaaahhh udah ah mending tidur aja dari pada pusing.” Dgn kesal kututup mataku.

Sekitar 10 menit berlalu. Tiba-tiba bibirku disambar bibir lain. Kupikir itu Vivi, jadi kuterima ciuman itu. Tp ketika kubuka mataku, yg menciumku bukanlah Vivi melainkan Santi. Vivi hanya bisa kaget di sebelahku melihatku dgn Santi berciuman.

Kulepas ciuman dari Santi segera ku minta maaf kepada Vivi.

“Say maaf. Aku kira yg cium aku tadi itu kamu.’’ Dia tdk menjawab dgn kata-kata. dia meraih wajahku dan menciumi bibirku.

Sesaat dia melepas ciumannya dan berkata,

’’Ngga papa yg. mungkin dia masih sayang sama kamu jadi dia gitu.’’ Kami pun berciuman mesra.

‘’Dik, gue emg masih sayang sama loe. Gue masih mengharapkan loe. Tp tadi gua seketika sakit hati pas liat lu French kiss sama dia. Makanya gua kagetin kalian.” kata Santi tiba-tiba.

Aku kaget mendengarnya. Kuhentikan aktifitas lidahku, kubiarkan Vivi yg menggeraygi lidahku sendirian. Aku benar-benar tercengang. Tiba-tiba Vivi berkata,

“ya udah San, loe ngga ada temen main kan? Sini aja. Sekali ini aja gapapa main sama cowo gua.”

“Kamu yakin yg? gapapa nih?” Tanyaku kepada pacarku.

Ia menjawab dgn senyuman manisnya sambil menangguk. Lalu wajahnya berpindah ke arah kont0lku. Ia mulai mengulumnya kembali.

Mendengar pernyataan dari Vivi, Santi merasa bebannya telah hilang sebagian. Ia mulai mendekatkan diri kepadaku.

“Mungkin ini hari terbaik dlm hidup gua Dik” ia mulai menciumi bibirku lagi.

Awalnya aku hanya diam tdk merespon. Namun setelah beberapa saat, aku mulai menerima ciumannya. Vivi pun tdk komentar saat melihat kejadian ini.

Setelah beberapa saat, Vivi berkata kepada Santi.

“San, giliran gua dong” Santi mengerti dan melepas bibirnya dariku. Lalu Vivi meniduriku, dan meqinya dihadapkan dgn mulutku. Dia menyuruhku untuk menjilatnya.

Ku jilat-jilat meqinya hingga dlm. Vivi hanya bisa terengah-engah keenakan. Di saat yg sama Santi mulai mengulum kont0lku. Kulumannya sangat hebat menarik narik kemaluanku. Dia menjilati seluruh bagian kont0lku. Mengulum biji zakarku. dan menikmati bulu-bulu kemaluanku.

Setelah sekitar 15 menit, Santi melepas kont0lku dari mulutnya. Lalu dia beranjak dan memasukkan kont0lku ke meqinya. Dia menggenjotnya dgn nafsu yg tinggi. Tak lama,

’’Oooohhh Jaaarrrr guee keluaaar nihhh..” dia mengalami orgasmenya.

Setelah itu dia hanya bisa terengah-engah capai. Dia melepas kont0lku dan pindah ke tempat tidurnya kembali.

“Makasih ya Dik, walaupun gini juga gua nikmatin banget. Jujur selama sama cowo gua, ga pernah gua bergairah kayak gini.’’ Tak lama pun ia tertidur.

Vivi yg meqinya masih dlm posisi dijilati olehku sekarang mulai tak karuan aksinya. Dan benar. Tak lama setelah itu ia merasakan orgasmenya yg ke 2 kali untuk hari ini. Dia beristirahat sebentar menenangkan dirinya.

Lalu dia berbaring di sebelahku dan berkata .

“yg giliran kamu yg beraksi. Aku nikmatin aja” aku pun beranjak dan mulai mengarahkan kemaluanku ke meqinya.

Dan perlahan kumasukkan kemaluanku ke dlm meqinya. Bless… masuk sebagian kont0lku, kumulai untuk menggenjotnya. Dia hanya bisa merintih..

“Ooohhhh sayaaangg nikmattt ooohhhh.”

Sekitar 15 menit ku menyetubuhinya seperti itu. Lalu ku minta dia untuk berbalik badan. Aku akan menyetubuhinya dgn doggy style. Mulai kugenjot lagi tubuh pacarku itu. Sekarang aku pun ikut merintih keenakan menyetubuhinya.

Di ronde tersebut dia merasakan beberapa kali orgasme lagi. Namun tiba-tiba kemaluanku berdenyut siap mengeluarkan cairannya.

“mmmhhhhhh say aku mmmau keluar ssshh , keluarin dimmana nih ssh ?’’
“ooohhhh hmmph dhii dlmm phhh ajja ygg sshh. Akku llaghii nggha massa shubbur ..hhh.”

CREETT..CREETT..CREETT berkali kali kont0lku menyemprotkan spermanya ke dlm meqi pacarku itu. Lalu ku keluarkan kont0lku dari meqinya. Pacarku kembali mengulum kont0lku untuk merasakan sisa-sisa spermaku yg ada di kont0lku. Setelah itu kami hanya berbaring lemas dan tertidur.

Ku terbangun dan melihat ke HPku. Ku lihat waktu menunjukkan pukul 7 malam. Sdh saatnya kita semua pulang ke rumah. Ku bangunkan Varo,Santi dan Vivi. ku suruh bergegas pulang. Namun Santi dan Varo tdk ingin pulang cepat. Sepertinya mereka masih ingin bermain beberapa ronde lagi. Aku dan Vivi pun mandi bersama membersihkan tubuh kami. Saat mandi kami pun sempat melakukan aktivitas seks lagi walaupun tdk maksimal.

Kami pun berpamitan dgn Varo dan Santi. Dan kami pun pulang. Kuantar Vivi ke rumahnya dgn motorku. Lalu aku pun pulang ke rumahku. Sungguh hari yg luar biasa.

10 Tahun kemudian

Saat ini aku sdh berkeluarga namun belum dianugerahi anak. Wajar karena aku dan isteriku baru menikah bulan lalu. Dan tentu saja isteriku adalah Vivi. Kami bertekad akan menjadi keluarga yg harmonis. Aku sebagai kepala keluarga sewajibnya mencari nafkah, dan isteriku menjaga rumah.

Suatu hari, aku pulang kerja jam 6 sore. Saat ku sampai di rumah, aku disambut oleh isteriku dgn ciuman hangat di bibirku. Dan setelah itu isteriku memberitahu bahwa aku kedatangan seorang tamu istimewa. Dan ternyata tamu tersebut adalah Santi. Isteriku bertanya kepadaku dgn manja.

“Bolehkah kita melakukan hal tersebut bersamanya seperti waktu itu?




No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Agen Sex
OMPOKER Cerita Sex Dewasa Agen Domino99 Terpercaya Nonton Bokep Streaming omdomino warungqq agen judi Situs Poker online dewatogel99 oke77 Cerita Sex Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Nonton Bokep Streaming Cerita Sex Dewasa