Breaking

Agen Poker Online

Saturday, May 13, 2017

CERITA DEWASA - DIPERKOSA RAMAI-RAMAI

 Sex Dewasa 19, Cerita Rintihanku, cerita perawan, cerita dewasa terbaru, cerita sange, cerita ML, cerita ngentot, cerita bugil, Foto Bugil, Cerita hot Indonesia, Cerita hot Bule, cerita bokep, Cerita ngentot, Agen Judi Online Terpercaya, Situs judi Online, memek basah, toket besar, pesta sex, cewek bispak, threesome, sange berat, cewek horny, abg hypersex.


Sex Dewasa19 - Seorang Polwan yang mana masih muda dia berumur 21 tahun dia memiliki wajah yang cantik dengan kulit putih dan bibir yang tipis menggoda wajahnya mirip dengan artis, teman sekantornya banyak yang sering Tanya kenapa dia memilih sebagai polwan ketimbang model, jujur saja secara fisik dia mumpuni sebagai model atau artis sinetron.


Tinggi badannya 168 cm dan ukuran bra 36B, membuat penampilannya makin menggairahkan, apalagi ketika ia mengenakan baju seragam dinas Polwan dengan baju dan rok seragam coklatnya yang berukuran ketat sampai-sampai garis celana dalamnya pun terlihat jelas menembus dan menghias kedua buah pantatnya yang sekali.

Karena ukuran roknya yang ketat, sehingga saat ia berjalan goyangan pantatnya terlihat aduhai. Semua pria yang berpikiran nakal pastilah ingin mencicipi tubuhnya.

Pada suatu malam sehabis lembur, sekitar jam 10 malam ia berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke mess yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari Markas Polda tempatnya berdinas.

Dia merasakan badannya amat lelah akibat seharian kerja ditambah lembur tadi, sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket karena keringat yang juga membasahi seragam dinas yang dikenakannya.
Dengan berjalan agak lambat, kini tibalah Mega pada sebuah jalan pintas menuju ke mess yang kini tinggal berjarak 100 meter itu, namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap. Tiba-tiba tanpa disadarinya, sebuah mobil Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya.

Belum lagi hilang rasa kagetnya, sekonyong-konyong keluar seorang pemuda berbadan kekar dari pintu belakang dan langsung menyeret Bripda Mega yang tidak sempat memberikan perlawanan itu masuk ke dalam mobil tersebut, dan mobil itu kemudian langsung tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.

Di dalam mobil tersebut ada empat orang pria. Bripda Mega diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam, sementara mobil terus melaju dengan cepat. Mega yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di bagian tengah, diapit 2 orang pria. Sementara mobil melaju, mereka berusaha meremas-remas pahanya. Tangan kedua lelaki tersebut mulai bergantian mengusap-usap kedua paha mulus Mega.

Naluri polisi Mega kini bangkit dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak, tiba-tiba lelaki yang duduk di belakangnya memukul kepala Mega beberapa kali hingga akhirnya Mega pun mengakhiri perlawanannya dan pingsan.

Kedua tangan Bripda Mega diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang montok dan masih dilapisi seragam Polwan itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan kedua orang pria yang mengapitnya itu memanfaatkan kesempatan dengan bernafsu menyingkap rok seragamnya Mega sampai sepinggang.

Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan sampai akhirnya tangan-tangan nakal kedua lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Mega, kemudian dengan bernafsu mengusap-ngusap kemaluan Bripda Mega.

Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah lama tidak ditempati di suatu daerah sepi. Mobil langsung masuk ke dalam dan garasi langsung ditutup rapat-rapat. Kemudian Mega yang masih pingsan itu langsung digotong oleh dua orang yang tadi mengapitnya masuk ke dalam rumah tersebut. Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong, namun di tengah-tengahnya terdapat satu sofa besar yang telah lusuh.

Ternyata di sana sudah menunggu kurang lebih sekitar lima orang pria lagi, jadi total di sana ada sekitar sembilan orang lelaki. Mereka semua berperangai sangar, badan mereka rata-rata dipenuhi oleh tatto dan lusuh tidak terawat, sepertinya mereka jarang mandi.

Dripda Mega kemudian didudukkan di sebuah kursi sofa panjang di antara mereka.

“Waw betapa cantiknya Polwan ini.” guman beberapa lelaki yang menyambut kedatangan rombongan penculik itu sambil memandangi tubuh lunglai Mega.

Tiba-tiba salah seorang dari mereka berujar memerintah, “Jon.., ambilin air..!”

Seseorang bernama Joni segera keluar ruangan dan tidak lama kemudian masuk dengan seember air.

“Ini Erik..,” ujar Joni.

Erik yang berbadan tegap dan berambut gondrong itu berdiri dan menyiramkan air pelan-pelan ke wajah Bripda Mega.

Beberapa saat kemudian, ketika sadar Polwan cantik itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya, “Kamu…” katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tangannya terikat erat.
Kali ini Erik tersenyum, senyum kemenangan.

“Mau apa kamu..!” Dripda Mega bertanya setengah menghardik kepada Erik.

“Jangan macam-macam ya, saya anggota polisi..!” lanjutnya lagi.

Erik hanya tersenyum, “Silakan saja teriak, nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana.” kata Erik.

“Asal tau aja, begitu urusan gue di Polda waktu itu beres, elo udah jadi incaran gue nomer satu.” sambungnya.

Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai terlihat di wajah Polwan itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hati Erik masih belum padam, terlebih-lebih dia masih ingat ketika Bripda Mega membekuknya saat dia beraksi melakukan pencopetan di dalam sebuah pasar. Namun karena bukti yang kurang, saat diproses di Polda Erik pun akhirnya dibebaskan. Hal inilah yang membuat Erik mendendam dan bertindak nekat seperti ini.

Memang di kalangan dunia kriminal nama Erik cukup terkenal. Pria yang berusia 40-an tahun itu sering keluar masuk penjara lantaran berbagai tindak kriminal yang telah dibuatnya. Tindakannya seperti mencopet di pasar, merampok pengusaha, membunuh sesama penjahat. Kejahatan terakhir yang belum semat terlacak oleh polisi yang dia lakukan beberapa hari yang lalu adalah merampok dan memperkosa korbannya, yaitu seorang ibu muda yang berusia sekitar 25 tahun, istri dari seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ibu itu sendirian di rumahnya yang besar dan mewah karena ditinggal suaminya untuk urusan bisnis di Singapura.

“Ampun Mas, maafkan aku, aku waktu itu terpaksa bersikap begitu.” katanya seolah membela diri.

“Ha.. ha.. ha…” Erik tertawa lepas dan serentak lelaki yang lainnya pun ikut tertawa sambil mengejek Bripda Mega yang duduk terkulai lemas.

“Hei Polwan goblok, gue ini kepala preman sini tau! Elo nangkep gue sama aja bunuh diri!” ujar Erik sambil mengelus-elus dagunya.

“Sekarang elo musti bayar mahal atas tindakan elo itu, dan gue mau kasih elo pelajaran supaya elo tau siapa gue.” sambungnya.

Bripda Mega pun tertunduk lemas seolah dia menyesali tindakan yang telah diambilnya dulu, airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang cantik itu.


Tiba-tiba, “BUKK..” sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Mega terlontar ke belakang seraya menjerit. Seorang lelaki berkepala botak telah menghajar pipinya, dan “BUKK” sekali lagi sebuah pukulan dari si botak menghantam perut Mega dan membuat badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.

“Aduh.., ampun Bang.. ampunn..,” ujar Mega dengan suara melemah dan memelas.
Erik sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Mega, badannya yang hitam dan kekar itu semakin terlihat seram dengan banyaknya tatto yang menghiasi sekujur badannya.

“Udah Yon, sekarang gue mau action.” ujar Erik sambil mendorong Yonas si kepala Botak yang menghajar Mega tadi.

Tidak perduli dengan pembelaan diri MegaErik dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam Polwan Mega ke atas hingga kedua paha mulus Mega terlihat jelas, juga celana dalam putihnya.
Mega menatap Erik dengan ketakutan, “Jangan, jangan Mas…” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.

Kemudian, dengan kasar ditariknya celana dalam Mega sehingga bagian bawah tubuh Mega telanjang. Kini terlihat gundukan kemaluan Mega yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat, sementara itu Mega menangis terisak-isak.

Para lelaki yang berada di sekitar Erik itu pun pada terdiam melongo melihat indahnya kemaluan Polwan itu. Untuk sementara ini mereka hanya dapat melihat ketua mereka mengerjai sang Polwan itu untuk melampiaskan dendamnya.

Kini Erik memposisikan kepalanya tepat di hadapan selangkangan Mega yang nampak mengeliat-geliat ketakutan. Tanpa membuang waktu, direntangkannya kedua kaki Mega hingga selangkangannya agak sedikit terbuka, dan setelah itu dilumatnya kemaluan Mega dengan bibir Erik.

Dengan rakus bibir dan lidah Erik mengulum, menjilat-jilat lubang vagina Mega. Badan Mega pun menggeliat-geliat kerenanya, matanya terpejam, keringat mulai banjir membasahi baju seragam Polwannya, dan rintihan-rintihannya pun mulai keluar dari bibirnya akibat ganasnya serangan bibir Erik di kemaluannya, “Iihh.. iihh.. hhmmh..”

Tidak tahan melihat itu, Joni dan seorang yang bernama Fredi yang berdiri di samping langsung meremas-meremas payudara Mega yang masih terbungkus seragam itu. Bripda Mega sesekali nampak berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu Erik.

Jari-jari Erik juga meraba secara liar daerah liang kemaluan yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Erik. Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.

“Aakkh.. Ooughh…” Bripda Mega semakin keras mengerang-ngerang.

Setelah puas dengan selangkangan Mega, kini Erik bergeser ke atas ke arah wajah Mega. Dan kini giliran bibir merah Mega yang dilumat oleh bibir Erik. Sama ketika melumat kemaluan Mega, kini bibir Mega pun dilumat dengan rakusnya, dicium, dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Mega.

“Hmmph.. mmph.. hhmmp..” Mega hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah karena mulutnya terus diserbu oleh bibir Erik.

Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar, air liur mereka pun meleleh menetes-netes. Sesekali Erik menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Mega.

“It?s showtime..!” teriak Erik yang disambut oleh kegembiraan teman-temannya.

Kini Erik yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Bripda Mega yang napasnya terengah-engah akibat gempuran Erik tadi, matanya masih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang wajah dari pandangan Erik.

Erik pun membuka celana jeans lusuhnya hingga akhirnya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.

Kini Erik meluruskan posisi tubuh Mega dan merentangkan kembali kedua kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta menekuk hingga bagian paha kedua kaki itu menempel di dada Mega.

Hingga kemaluan Mega yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap menerima serangan. Tangis Mega semakin keras, badannya terasa gemetaran, dia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya.

Erik pun mulai menindih tubuh Mega, tangan kanannya menahan kaki Mega, sementara tangan kirinya memegangi batang kemaluannya membimbing mengarahkan ke lubang vagina Mega yang telah menganga.

“Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Mass..!” rintih Mega.

Badan Mega menegang keras saat dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.

“Aaakkh..!” Mega mejerit keras, matanya mendelik, badannya mengejang keras saat Erik dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Mega dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang vagina Mega yang masih kencang dan rapat itu.

Keringat pun kembali membasahi seragam Polwan yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Erik berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.

Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina MegaErik mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Mega yang sedang disusupi kemaluan Erik itu. Dengan irama cepat Erik mulai menggenjot tubuh Mega, rintihan Mega pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Erik.

“Ooh.. oh.. oohh..!” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akibat kerasnya genjotan Erik yang semakin bernafsu.

Setelah beberapa menit kemudian badan Erik menegang, kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Mega, dan akhirnya disertai erangan kenikmatan Erik berejakulasi di rahim Bripda Mega.

Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Bripda Mega hanya dapat pasrah menatap wajah Erik dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Erik bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum akhirnya terkulai lemas di atas tubuh Mega.

Tangis Mega pun kembali merebak, ia nampak sangat shock. Badan Erik yang terkulai di atas tubuh Mega pun terguncang-guncang jadinya karena isakan tangisan dari Mega.

“Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?” ujar Erik sambil membelai-belai rambut Mega.
Beberapa saat lamanya Erik menikmati kecantikan wajah Mega sambil membelai-belai rambut dan wajah Mega yang masih merintih-rintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang vagina Mega.

“Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Erik sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Mega.

“Ayo siapa yang mau maju, sekarang gil…” ujar Erik kapada teman-temannya.

Belum lagi Erik selesai bicara, Fredi sedari tadi di sampingnya sudah langsung mengambil posisi di depan Mega yang masih lemas terkulai di kursi sofa. Beberapa orang yang tadinya maju kini mereka mundur lagi, karena memang Fredi adalah orang kedua dalam geng ini.

Fredi yang berumur 38 tahun dan berperawakan sedang ini segera melepaskan celana jeans kumalnya, dan kemudian naik ke atas sofa serta berlutut tepat di atas dada Mega. Kemaluannya yang telah membesar dan tidak kalah gaharnya dengan kemaluan Erik kini tepat mengarah di depan wajah Mega.

Mega pun kembali membuang wajah sambil memejamkan matanya. Fredi mulai memaksa Mega untuk mengoral batang kejantanannya. Tangannya yang keras segera meraih kepala Mega dan menghadapkan wajahnya ke depan kemaluannya.

Setelah itu kemudian Fredi memaksakan batang kejantanannya masuk ke dalam mulut Mega hingga masuk sampai pangkal penis dan sepasang buah zakar bergelantungan di depan bibir Mega, yang kelagapan karena mulutnya kini disumpal oleh kemaluan Fredi yang besar itu.

Fredi mulai mengocokkan batang penisnya di dalam mulut Mega yang megap-megap karena kekurangan oksigen. Dipompanya kemaluannya keluar masuk dangan cepat hingga buah zakarnya memukul-mukul dagu Mega.

Bunyi berkecipak karena gesekan bibir Mega dan batang penis yang sedang dikulumnya tidak dapat dihindarkan lagi. Hal ini membuat Fredi yang sedang mengerjainya makin bernafsu dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajah Mega.

Batang penisnya juga semakin cepat keluar masuk di mulut Mega, dan sesekali membuat Mega tersedak dan ingin muntah.

Lima menit lamanya batang penis Fredi sudah dikulumnya dan membuat Mega makin lemas dan pucat. Akhirnya tubuh Fredi pun mengejan keras dan Fredi menumpahkan spermanya di rongga mulut Mega. Hal ini membuat Mega tersetak dan kaget, ingin memuntahkannya keluar namun pegangan tangan Fredi di kepalanya sangat keras sekali, sehingga dengan terpaksa Mega menelan sebagian besar sperma itu.

“Aaah..,” Fredi pun mendesah lega sambil merebahkan badannya ke samping tubuh Mega.

Segera Mega meludah dan mencoba memuntahkan sperma dari rongga mulutnya yang nampak dipenuhi oleh cairan lendir putih itu. Belum lagi menumpahkan semuanya, tiba-tiba badannya sudah ditindih oleh Yonas yang dari tadi juga berada di samping.

“Ouuh..,” Mega mendesah akibat ditimpa oleh tubuh Yonas yang ternyata telah telanjang bulat itu.
Kini dengan kasarnya Yonas melucuti baju seragam Polwan yang masih dikenakan Mega itu. Tetapi karena kedua tangan Mega masih diikat ke belakang, maka yang terbuka hanya bagian dadanya saja.
Setelah itu dengan kasarnya Yonas menarik BH yang dikenakan Mega dan menyembullah kedua buah payudara indah milik Mega itu. Pemandangan itu segera saja mengundang decak kagum dari para lelaki itu.

“Aah.. udah Mass.. ampuunn..!” dengan suara yang lemah dan lirih Mega mencoba untuk meminta belas kasihan dari para pemerkosanya.

Rupanya hal ini tidak membuahkan hasil sama sekali, terbukti Yonas dengan rakusnya langsung melahap kedua bukit kembar payudara Mega yang montok itu. Diremas-remas, dikulum dan dihisap-hisapnya kedua payudara indah itu hingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan dan mulai membengkak.

Setelah puas mengerjai bagian payudara itu, kini Yonas mulai akan menyetubuhi Mega.

“Aaakkhh…” kembali terdengar rintihan Mega dimana pada saat itu Yonas telah berhasil menanamkan kemaluannya di dalam vagina Mega.

Mata Mega kembali terbelalak, tubuhnya kembali menegang dan mengeras merasakan lubang kemaluannya kembali disumpal oleh batang kejantanan lelaki pemerkosanya.
Tanpa membuang waktu lagi, Yonas langsung menggenjot memompakan kemaluannya di dalam kemaluan Mega. Kembali Mega hanya dapat merintih-rintih seiring dengan irama gerakan persetubuhan itu.

“Aaahh.. aahh.. oohh.. ahh.. ohh..!”

Selang beberapa menit kemudian Yonas pun akhirnya berejakulasi di rahim Mega. Yonas pun juga tumbang menyusul Erik dan Fredi setelah merasakan kenikmatan berejakulasi di rahim Mega. Kini giliran seseorang yang juga tidak kalah berwajah garang, seseorang yang bernama Martinus, badannya tegap dan besar serta berotot, kepalanya plontos, kulitnya gelap, penampilannya khas dari daerah timur Indonesia. Usianya sekitar 35 tahun.

Nampak Martinus yang agak santai mulai mencopot bajunya satu persatu hingga telanjang bulat, kemaluannya yang belum disunat itu pun sudah mengacung besar sekali. Mega yang masih kepayahan hanya dapat menatap dengan wajah yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Kini hanya tinggal senggukan-senggukan kecil yang keluar dari mulutnya, nafasnya masih terengah-engah gara-gara digenjot oleh Yonas tadi.


Setelah itu dia mendekati Mega dan menarik tubuhnya dari sofa sampai terjatuh ke lantai. Cengkraman tangannya kuat sekali. Kini dia membalikkan tubuh Mega hingga telungkup, setelah itu kedua tangan kekarnya memegang pinggul Mega dan menariknya hingga posisi Mega kini
menungging. Jantung Mega pun berdebar-debar menanti akan apa yang akan terjadi pada dirinya.
Dan,

 “Aakkhh.. ja.. jangan di situu.., ough..!” tiba-tiba Mega menjerit keras, matanya terbelalak dan badannya kembali menegang keras.

Ternyata Martinus berusaha menanamkan batang kejantanannya di lubang anus Mega. Martinus dengan santainya mencoba melesakkan kejantanannya perlahan-lahan ke dalam lubang anus Mega.

“Aaakh.. aahh.. sakit.. ahh..!” Mega meraung-raung kesakitan, badannya semakin mengejang.
Dan akhirnya Martinus bernapas lega disaat seluruh kemaluannya berhasil tertanam di lubang anus Mega. Kini mulailah dia menyodomi Megadengan kedua tangan memeganggi pinggul Mega. Dia mulai memaju-mundurkan kemaluannya mulai dari irama pelan kemudian kencang sehingga membuat tubuh Mega tersodok-sodok dengan kencangnya.

“Aahh.. aahh.. aah.. oohh.. sudah… oohh.. ampun.. saakiit.. ooh..!” begitulah rintihan Mega sampai akhirnya Martinus berejakulasi dan menyemburkan spermanya ke dalam lubang dubur Mega yang juga telah mengalami pendarahan itu.

Akan tetapi belum lagi habis sperma yang dikeluarkan oleh Martinus di lubang dubur Mega, dengan gerakan cepat Martinus membalikkan tubuh Mega yang masih mengejan kesakitan hingga telentang. Martinus rupanya belum merasakan kepuasan, dan dia tanamkan lagi kejantannya ke dalam lubang vagina Mega.

“Oouuff.., aahh..!” Mega kembali merintih saat kemaluan Martinus menusuk dengan keras lubang vaginanya.

Langsung Martinus kembali menggenjot tubuh lemah itu dengan keras dan kasar sampai-sampai membanting-banting tubuh Mega membentur-bentur lantai.

“Ouh.. oohh.. ohh..!” Mega merintih-rintih dengan mata terpejam.

Dan akhirnya beberapa menit kemudian Martinus berejakulasi kembali, yang kali ini di rongga vagina Mega. Begitu tubuh Martinus ambruk, kini giliran seseorang lagi yang telah antri di belakang untuk menikmati tubuh Polwan yang malang ini.

“Giliran gua. Gue dendam sama yang namanya polisi..!” ujar Jack.

Jack, begitulah orang ini sering dipangil, dia adalah residivis keluaran baru yang baru berusia 18 tahun, namun tidaklah kalah sangar dengan Erik atau yang lainnya yang telah berusia 30 sampai 40-an tahun itu. Kejahatannya juga tidak kalah seram, terakhir dia sendirian merampok seorang mahasisiwi yang baru pulang kuliah malam dan kemudian memperkosanya.
Jack memungut topi pet Polwan milik Mega dan mengenakan ke kepala Mega yang kini seluruh tubuh lemasnya mulai gemetaran akibat menahan rasa sakit dan pedih di selangkangannya itu. Setelah itu tanpa ragu-ragu Jack memasukkan penisnya langsung menembus vagina Mega, namun Mega hanya merintih kecil karena terlalu banyak rasa sakit yang dideritanya. Dan kini seolah semua rasa sakit itu hilang.

Beberapa menit lamanya Jack memompa tubuh Mega yang lemah itu. Badan Mega hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Akhirnya kembali rahim Mega yang nampak kepayahan itu dibanjiri lagi oleh sperma. Setelah Jack sebagai orang kelima yang memperkosa Mega tadi, kini empat orang yang lainnya mulai mendekat.

Mereka adalah anggota muda dari geng ini, usia mereka juga masih muda. Ada yang baru berusia 15 tahun dan ada pula yang berusia 17 tahun. Namun penampilan mereka tidak kalah seram dengan para seniornya, aksi mereka berempat beberapa hari yang lalu adalah memperkosa seorang gadis cantik berusia 15 tahun, siswi SMU yang baru pulang sekolah.


Gadis cantik yang juga berprofesi sebagai foto model pada sebuah majalah remaja itu mereka culik dan mereka gilir ramai-ramai di sebuah rumah kosong sampai pingsan. Tidak lupa setelah mereka puas, mereka pun menjarah dompet, HP, jam tangan serta kalung milik sang gadis malang tadi.
Rata-rata dari mereka yang dari tadi hanya menjadi penonton sudah tidak dapat menahan nafsu, dan mulailah mereka menyetubuhi Mega satu persatu. Dibuatnya tubuh Polwan itu menjadi mainan mereka. Orang keenam yang menyetubuhi Mega berejakulasi di rahim Mega. Namun pada saat orang ke tujuh yang memilih untuk menyodomi Mega, tiba-tiba Mega yang telah kepayahan tadi pingsan.
Setelah orang ketujuh tadi berejakulasi di lubang dubur Mega, kini orang ke delapan dan ke sembilan berpesta di tubuh Mega yang telah pingsan itu, mereka masing-masing menyemprotkan sperma mereka di rahim dan wajah Mega serta ada juga yang berejakulasi di mulut Mega.

Setelah keempat orang tadi puas, rupanya penderitan Mega belumlah usai. Erik dan Martinus kembali bangkit dan mereka satu persatu kembali meyetubuhi tubuh Mega dan sperma mereka berdua kembali tumpah di rahimnya. Kini semuanya telah menikmati tubuh Bripda Mega sang Polwan yang cantik itu.

Tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 4 pagi, para anggota muda itu diperintah Erik untuk melepas tali yang dari tadi mengikat tangan Mega.

Kemudian mereka disuruh mengenakan dan merapikan seluruh seragam Polwan ke tubuh Mega, hingga akhirnya Mega komplit kembali mengenakan seragam Polwannya walau dalam keadaan pingsan.

Setelah itu Erik, Martinus dan Yonas menggotong tubuh Mega ke mobil Kijang. Mereka bertiga membawa tubuh Mega kembali ke tempatnya diambil tadi malam. Namun selama dalam perjalanan, tiba-tiba nafsu Yonas kembali bangkit, dia pun mengambil kesempatan terakhir ini untuk kembali memperkosa tubuh Mega  sebanyak dua kali.

Dia akhirnya berejakulasi di mulut dan di rahim Mega beberapa meter sebelum sampai pada tujuan. Erik dan Martinus yang duduk di depan hanya dapat memaklumi, karena nafsu sex Yonas memang besar sekali.

Setelah baju seragam Polwan Mega dirapikan kembali, tubuh lunglai Bripda Mega dicampakkan begitu saja di pinggir jalan yang sepi di tempat dimana Mega tadi diciduk. Tanpa diketahui oleh Erik dan Martinus, Yonas diam-diam rupanya menyimpan celana dalam berwarna putih milik Mega, dan menjadikannya sebagai kenang-kenangan.

Setelah itu mereka pun meluncur ke rumah kosong tadi untuk menjemput kawanan geng mereka yang masih berada di sana. Kemudian mereka bersembilan langsung meluncur menuju ke pelabuhan guna menumpang sebuah kapal barang untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka pun berharap pada saat sepasukan polisi mulai melacak keberadaan mereka, mereka sudah tenang dalam pelayaran menuju ke suatu pulau di wilayah timur Indonesia.




No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Agen Sex
OMPOKER Cerita Sex Dewasa Agen Domino99 Terpercaya Nonton Bokep Streaming omdomino warungqq agen judi Situs Poker online dewatogel99 oke77 Cerita Sex Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Nonton Bokep Streaming Cerita Sex Dewasa