Breaking

Agen Poker Online

Monday, May 22, 2017

CERITA DEWASA - GADIS YANG KU PUASKAN

Sex Dewasa 19, Cerita Rintihanku, cerita perawan, cerita dewasa terbaru, cerita sange, cerita ML, cerita ngentot, cerita bugil, Foto Bugil, Cerita hot Indonesia, Cerita hot Bule, cerita bokep, Cerita ngentot, Agen Judi Online Terpercaya, Situs judi Online, memek basah, toket besar, pesta sex, cewek bispak, threesome, sange berat, cewek horny, abg hypersex.



Hallo saya, termasuk type laki-laki yang semua bikin gampang aja. Kenalin nama saya Fendi, dengan usia saya yang sekarang ini sudah menginjak usia 35 tahun.

Cerita ini sungguh aku seritakan tetapi nama sudah aku ganti saja. Saya telah bekerja di suatu perusahaan , yang bergerak di bidang otomotif. Denggan jabatanku yang sekarang ini, saya sudah termasuk karyawan yang dalam posisi ini enak dalam segala hal. Dengan fasilitas yang saya dapatkan, seperti mobil kantor dan perumahan. Akan tetapi dengan jabatan saya yang seperti ini , saya masih saja belom menikah.

Sehingga ketika saya sudah bekerja saya gak langsung pulang rumah , tetapi saya berkeliling dulu untuk jalan-jalan dan refresing saja untuk mencari hiburan sendiri. Kisah ini berawal saat saya sedang pulang bekerja,dan habis jalan-jalan menyusuri kota kisaran pukul setengah 1 malam. Saat saya sedang melaju kencang , tiba-tiba saya menyrempet seorang anak gadis yang bersama ibunya sedang menyusuri jalan. Dengan cepat untung saja saya menginjak rem sehingga anak gadis itu tak terluka parah . Hanya mendapat luka ringan saja, saat gadis itu jatuh ke tanah.

“Ya udah mbak, sekarang saya antar Mbak pulang, dimana rumah Mbak?” “Tidak usah Tuan, si mbok tidak usah diantar”. “Kenapa Mbak, ini kan sudah malam, tidak apa-apa Mbak saya antar ya?” 

Si Mbak ini tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk lesu dan saat dia mau menjawab, dari arah ujung trotoar mencul anak kecil sambil membawa daun talas.

“Ini Mbok daun talasnya, biar luka Mbak Sasa cepat sembuh”.

Ibu itu menerima daun talas dari gadis itu, meremas dibagian ujung dan mengoleskannya diluka gadis yang ternyata namanya Sasa. Tapi, Setelah selesai mengoleskan, si Mbak itu mengandeng Sasa dan adiknya mau pergi. Sebelum melangkah jauh, saya hadang dan berusaha untuk mengantarnya pulang.

“Si Mbak mau pulang.., saya antar ya Mbak, kasihan Sasa jalannya pincang”. “tidak usah Tuan, si Mbok..”.

“Kenapa Mbak, jangan malu –malu , ini kan sudah malam, kasihan Sasa Mbak..”.

“Si Mbok ini tidak punya rumah Tuan, si mbok cuma gelandangan”.

Saya sempat benggong mendengar jawaban si Mbak ini, akhirnya saya putuskan untuk mengajaknya ke rumah saya walaupun hanya untuk malam ini saja. Terus terang saya kasihan kepada mereka.

“Ya sudah Mbak, kamu dan kedua anakmu itu malam ini boleh tidur dirumahku”

“Tapi Tuan..”. “Sudahlah Mbak
ini juga kan untuk menebus kesalahanku karena menabrak Sasa”.

Dari informasi yang saya dapatkan didalam mobil selama perjalanan pulang, si Mbak ini ternyata di usir sama suaminya saat mengandung adiknya Sasa, yang akhirnya saya ketahui namanya Nita. Si Mbak ini yang ternyata namanya Nandar, usianya sekitar 40 tahun, dan anaknya si Sasa umurnya 15 tahun sedangkan Nita baru 12 tahun.

Sasa sempat lulus SD, sedangkan Nita hanya sempat menikmati bangku SD kelas 5 saja. Setelah Mbak Nandar bercrita kepada saya. Sesampai dirumah, Mbak Nandar dan kedua anaknya langsung saya suruh mandi dan makan malam. Ternyata siMbak, Sasa dan Nita tidak membawa baju ganti sehingga setelah mandi baju yang dipakainya ya tetap yang tadi.

Padahal baju yang dipakai ketiganya sudah tidak layak untuk dipakai lagi.

Si Mbak memakai daster yang lusuh dan sobek disana-sini sedangkan Sasa dan Nita sama saja lusuh dan penuh jahitan disana sini. Besok yang kebetulan hari minggu, saya memang mempunyai rencana membelikan baju untuk mereka bertiga. Saya memang tipe orang yang tidak bisa melihat ada orang lain menderita. Kata temen-temen sih, saya termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Sasa dan juga kamu Nita makan yang banyak ya.. biar cepet besar..”. “Inggih Tuan.., boleh tidak kalau Nita habiskan semuanya, karena Nita sudah 2 hari tidak makan”. “Boleh nduuuk.., Nita dan Sasa boleh makan sepuasnya disini”.

Mulai dari sinilah awal dari petualangan seksku. Setelah acara makan malam selesai, ketiganya saya suruh tidur di kamar belakang. Sekitar jam 1 malam setelah saya selesai nonton acara TV yang membosankan, saya menuju kekamar belakang untuk meneggok keadaan mereka. Kemudian saya masuk kekamar mereka, jantungku langsung berdeguk cepat dan keras saat saya melihat daster Mbak Nandar yang tersingkap sampai ke pinggang.

Ternyata dibalik daster itu, Mbak Nandar ku ini memiliki paha yang betul-betul mulus dan dibalik CD nya yang lusuh dan sobek dibagian depannya terlihat dengan jelas jembutnya yang tebal dan hitam. Pikiranku langsung melayang dan kontolku yang masih perjaka ini langsung berontak.

Setelah agak tenang, tanganku langsung bergerilnya mengelus paha mulus Mbak Nandarku ini. Setelah puas mengelus pahanya, saya mulai menjilati ujung paha dan berakhir dipangkal pahanya. Saya sempat mau muntah ke Sasa mulai menjilati klitorisnya. Di depan tadi kan saya sudah bilang kalau CD Mbak ku ini sobek dibagian depan.., jadi clitnya terlihat dengan jelas. Sedangkan yang bikin saya mau muntah adalah bau CD nya.

Ya.. mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci. Setelah sekitar 13 menit saya jilati itilnya dan ternyata Mbak Nandarku ini tidak ada reaksi.. ya mungkin terlalu capek shingga tidurnya pulas banget, saya mulai keluarkan kontolku dan mulai saya gesek-gesekkan di clitnya. Saya tidak berani melapas CDnya takut dia bangun. Ya.. saya hanya berani mengocok kontolku sambil memandangi clit dan juga teteknya.

Ternyata Mbak Nandarku ini tidak memakai BH sehingga puting payudaranya sempat menonjol di balik dasternya. Saya tidak berani untuk memeras teteknya karena takut Mbak Nandar akan bangun. Sedang asyik-asyiknya saya mengocok kontolku, si Sasa bangun dan melihat ke arahku. Sasa sempat mau teriak dan untung saja saya cepat menutup mulutnya dan memimta Sasa untuk diam. Setelah Sasa diam, berhubung saya sudah tanggung, terus saja saya kocok kontolku. Sasa yang masih terduduk lemas karena ngantuk, tetap saja melihat tangan kiriku yang mengocok kontolku dan tangan kananku mengusap-usap paha mulus ibunya.

Sambil melakukan aktivitasku, saya pandangi si Sasa, gadis kecil yang benar-benar polos, dan saya lihat sesekali Sasa melihat mata saya terus berpindah ke paha ibunya yang sedang saya elus-elus berulangkali. Setelah sekitar 8 menit berlalu, saya tidak tahan lagi, dan akhirnya

“Ccroot.. Ccrrott..Ccroot..”

Ada 6 kali saya menembakkan pejuhku ke arah itil Mbak Nandarku ini. Saat saya keluarkan pejuhku, si Sasa menutup matanya sambil memeluk kedua kakinya. Pada saat itulah saya tanpa sengaja melihat pangkal pahanya dan ternyata.., Sasa tidak memakai CD. Saat saya sedang melihat memeknya Sasa, dia bilang..

“Tuan.. kenapa pipis di memeknya si Mbak”. saya sendiri sempat kaget mendengarnya. 

“Nduuuk.. itu biar ibumu tidur nyenyak..”. “Tuan. .. Sasa kdingingan.., Sasa mau pipis.. tapi Sasa takut ke kamar mandi..”. “Ya.. sudah Nduuuk.. ayo saya antar ke kamar mandi”. Sasa kemudian saya ajak pipis ke toilet di kamar tidurku. Saya sendiri juga pengen pipis, terus Sasa saya suruh jongkok didepanku.
Sasa kemudian mengangkat roknya dan.. suur.. banyak sekali air seni yang keluar dari memeknya. Saya sendiri hanya sedikit sekali kencingku. Setelah acara pipisnya selesai, Sasa saya gendong dan saya dudukkan di pinggir ranjangku. Lalu saya peluk dan saya belai lembut rambut panjangnya yang sampai ke pinggang. “Tuan.. Sasa belum cebok.. nanti memeknya Sasa bau lho.. Tuan..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. biar nanti Tuan yang bersihin memeknya Sasa.. Sasa bobok disini ya.. sama Tuan mu ini..”. Kemudian Sasa saya angkat dan mulai saya baringkan di ranjang empukku ini. Tangganku mulai aktif membelai rambutnya, pipinya, bibirnya.. dan juga payudaranya yang lumayan montok. Pada saat tanganku mengelus pahanya.. “Tuan.. kenapa mengusap-usap kaki Sasa yang lecet..”.

“Oh iya Nduuuk.. Tuan lupa..”. Tahu sendirilah, saya memang benar-benar sudah horny untuk mencicipi Sasa, gadis kecilku ini. Bayangkan pembaca, disebelahku ada gadis 14 tahun yang begitu polos, dan dia diam saja ke Sasatanganku mengelus-elus seluruh tubuhnya. Pembaca.. gimana udah belum ngebayanginya.. udah belum..! udah yaa.. saya terusin ceritanya. Kemudian saya jongkok diantara kakinya dan mulailah saya singkap rok yang dipakai Sasa sampai ke pinggang. Sekarang terpampanglah dihadapanku seorang gadis kecil usia 14 tahun denga bibir kemaluan yang masih belum ditumbuhi bulu.

Setelah pahanya saya buka, terpangpanglah segaris bibir memek yang dikanan-kirinya agak mengelembung.., eh maksudku tembem. Dengan jari telunjuk dan Ibu jari saya berusaha untuk menguak isi didalamnya. Dan ternyata.. isinya merah muda, basah karena ada sisa pipisnya yang tadi itu lho dan juga agak mengkilap.

Tanganku pun mulai mengelus memek keperawanannya, dan sesekali saya pijit, pelintir dan saya tarik-tarik clitorisnya. Ake sendiri heran clitnya tiksaya ini ukurannya tidak kalah sama ibunya. “Aduuh.. Tuan.. memeknya Sasa diapain.. Tuan..”.

“Tenang Nduuuk.. tidak apa-apa.. Tuan mau nyembuhin luka kamu kok.. Sasa diam saja yaa..”. 

“Inggiih.. Tuan..”. Setelah Sasa tenang, sayapun mulai menjilati memeknya dan memang ada rasa dan bau pipisnya Sasa. “Tuan.. jangaan.. 

Sasa malu Tuan.. memek Sasa kan bau..”. Saya bahkan sempat memasukkan jariku ke liang perawannya dan mulai saya kocok-kocok dengan pelan. Sasa pun mulai menggelinjang dan mengangkat-angkat bokongnya. Saya pun mulai menyedot memeknya Sasa dengan kuat dan saya lihat Sasa menggigit bibir bawahnya sambil kepalanya digoyang kekanan kiri.
“Tuan.. geli Tuan.. memeknya Sasa diapain sih Tuan.”. Sayapun tidak peduli dengan keadaan Sasa yang kakinya menendang-nendang dan tangannya mencengkeram seprei ranjangku sampai sobek disana sini. Dan akhirnya..

“Tuan.. sudah Tuan.. Sasa mau pii.. piis dulu Tuan..”. Dan tidak lama kemudian “cuuuurr…cuuur….criit…criiit..” Banyak sekali cairan hangatnya membanjiri mulutku. Saya berusaha sekuat tenaga untuk menelan semua cairan memeknya yang mungkin baru pertama kali ini dikeluarkannya. Setelah kujilati dan kuhisap sampai bersih, sayapun tiduran disebelahnya dan kurangkul saja dia. 

“Tuan.. maafin Sasa ya.. Sasa tadi pipis di mulutnya Tuan.. pipis Sasa bau ya Tuan..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. tapi Sasa harus dihukum.. karena udah pipis dimulut Tuan..” “Sasa mau dihukum apa saja Tuan.. asalkan Tuan tidak marahin Sasa..”. “Hukumannya, Sasa gantian minum pipisnya Tuan.. mau tidak..”. “Iya Tuan..”.

Akhirnya saya keluarkan kontolku yang sudah tegang. Begitu kontolku sudah saya keluarkan dari CDku, Sasa yang masih terlalu polos itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Saya lihat wajah Sasa agak memerah. Setelah saya lepaskan kedua tangannya, saya sodorkan kontolku kedepan wajahnya dan saya suruh Sasa untuk memegangnya. “Nduuuk.. ayo dipegang dan dielus-elus..!

“Inggih Tuan.. tapi Sasa malu Tuan.. Sasa takut Tuan..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. ini tidak nggigit kok.. ini namanya kontol Nduuuk..”. Kemudian gadis kecilku ini mulai memegang, mengurut, meremas dan kadang-kadang diurut. “Nduuuk.. kontolnya Tuan mu ini diemut ya..”.

“Tapi Tuan.. Sasa takut Tuan.. Sasa jijik Tuan..”. “Tidak apa-apa Nduuuk.. diemut saja seperti saat Sasa ngemut es krim.. ayo nanti Sasa Tuan kasih es krim.. mau ya..”. “Benar Tuan.. nanti Sasa dikasih es krim..”.

”Iya Nduuuk..”. Sasa pun jongkok diantara paha saya dan mulai memasukkan kontolku ke mulutnya yang mungil. Agak susah sih, bahkan kadang-kadang kontolku mengenai giginya.

“Nah gitu nduuuk.. diisep ya.. yaa.. ya gituu.. nduuuk..”. Sambil Sasa mengoral kontolku, kaos lusuhnya Sasa pun saya angkat dan saya lepaskan dari tubuh mungilnya. Saya elus-elus teteknya dan kadang saya remas dengan keras.

“Saya gemes banget sih sama payudaranya yang bentuknya agak meruncing itu”. Sekitar 12 menit kemudian, saya rasakan kontolku sudah berdenyut-denyut. Saya tarik kepala Sasa dan saya kocok kontolku dimulut mungilnya.. dan.. saya tekan sampai menyentuh kerongkongannya dan akhirnya
“Jruuoooot…croot.. croot.. croot.. cruut..!”

Cairan pejuhku sebagian besar tertelan oleh Sasa dan hanya sedikit yang menetes keluar dari mulutnya.

“Tuan.. pipisnya banyak banget.. Sasa sampai mau muntah..”.

“Iyaa nduuuk.. tapi enak kan.. pipisnya Tuan..”. “Inggih Tuan.. pipis Tuan kental banget.. Sasa sampai tidak bisa telan.. agak amis Tuan..”.

Saya memang termasuk laki-laki yang suka merawat tubuhku. Hampir setiap hari saya fitnes. Menuku setiap hari susu khusus lelaki, madu, 6 butir telur mentah, dan juga suplemen protein. Jadi ya wajar kalau sperma saya kental dan agak amis. Kemudian saya peluk gadis kecilku ini dan sesuai janjiku dia saya kasih es krim rasa coklat mocalate.

Setelah habis Sasa memakan es krimnya, dia saya telentangkan lagi diranjangku. Terus saya buka lagi pahanya dan saya mulai lagi menjilati memek tembemnya. terus terang saja saya penasaran sebelum membobol selaput daranya. “Tuan.. mau ngapain lagi.. nanti Sasa pipis lagi lho Tuan..”. 

“Tidak apa-apa Nduuuk.. pipis lagi aja Nduuuk.. Sasa mau lagi khan es krim..” “Mau Tuan..”.
Setelah saya siap, pahanya saya buka lagi lebih lebar, dan saya mulai memasukkan kepala kontolku ke lubang surgawinya. Baru masuk sedikit, tiksaya meringgis. “Tuan.. memek Sasa diapain.. kok sakit..” Saya sempat tarik ulur kontolku di liang memeknya. Dan setelah kurasa mantap, saya tekan dengan keras. Saya rasakan ujung kontolku merobek selaput tipis, yang saya yakin itu adalah selaput daranya.

“ Tuaaan.. sakiit..” Langsung saya peluk Sasa, ku ciumi wajah dan bibir mungilnya. “Tidak apa-apa Nduuuk.. nanti enak kok.. Sasa tenang saja ya..”. Setelah kudiamkan beberapa saat, saya mulai lagi memompa memeknya dan saya lihat masih meringis sambil menggigit bibir bawahnya.

“Oohh.. ahh.. auuhh.. geli Tuan.. ahh..” itulah yang keluar dari mulutnya Sasa.

“Auuhh.. oohh.., Tuan.., periih.., aahh.. gelii Tuan.. aahh..,”.

SAmbil saya terus menusuk-nusuk memeknya, saya selalu perhatikan wajah imutnya Sasa. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Wajahnya memerah, bibirnyapun kadang-kadang menggigit bibir bawahnya dan kalau saya lihatnya matanya terkadang hanya terlihat putihnya saja. Kedua kaki Sasa pun sudah tidak beraturan menendang kesana-kesini dan juga kedua tangannya menarik-narik seprei kasurku hingga terlepas dari kaitannya.

“Auuhh.. oohh.., Tuan.., aahh.. ooh.. aahh, Tuan..”.

Saya mulai rasakan ada denyutan-denyutan vaginanya di kontolku, pertanda tiksaya sebentar lagi orgasme. Kepala Sasa pun mulai menengadah ke atas dan kadang-kadang badannya melengkung. Sungguh pemandangan yang sensasional, gadis 14 tahun yang masih begitu polos, tubuhnya mengelinjang dengan desahan-desahan yang betul-betul erotis. Saya yakin para pembaca setuju dengan pendapatku, tapi tangannya pembaca kok megang-megang “itu” nya sendiri, hayo udah terangsang ya. Saya tahu kok, tidak usah malu-malu, terusin aja sambil membaca ceritsaya ini.

“Oohh.. ahh.. auuhh.. geli Tuan.. ahh..”.

“Tuan.. Sasa mau pipiiss.. Tuan..” “cuuuur, , , cuurr. . . . .criit…..criiiittt…”

Kontolku seperti disiram air hangat..”. Saya peluk sebentar tiksaya untuk memberikan kesempatan gadis kecilku menuntaskan orgamesme. Setelah agak reda, saya lumat-lumat bibir mungilnya. 

“Maapin Sasa ya Tuan.. Sasa pipis dikasurnya Tuan..”.


“Sasa malu Tuan.. udah besar masih ngompol di kasur..”.

“Tidak apa-apa Nduuuk.. (lugu sekali gadisku ini).. Tuan juga mau pipis di kasur kok..”. Saya sendiri sudah tidak tahan. Kakinya saya angkat, lalu kuletakkan di pundakku. Dengan posisi ini kurasakan kontolku menyentuh dinding rahimnya. Memeknya jadi becek banget, dan saya mulai mempercepat sodokan kontolku. “Tuan.. Sasa capek.. Sasa mau bobok.. Tuaan..”. “Iya nduuuk.. Sasa bobok saja yaa..”.

“Memeek Sasa periih.. Tuaan..”. Ku tekan keras-keras kontolku ke liang ke nikmatannya dan kutarik bokongnya dan “Jroooot. . . croot.. cruut.. croot.. croot.. cruut.. croot..!”.

Saya muntahkan pejuhku kedalam rahimnya. Saya cabut kontolku dari memek tembemnya, terlihat lendir putih bercampur dengan darah segar mengalir keluar dari liang kemaluannya. “Tuan.., kenapa Tuan pipis diperutnya Sasa.., perut Sasa jadi hangat Tuan..”.

“Iya nduuuk.., biar kamu tidak kedinginan.., ayo sekarang Sasa bobok ya.., sini Tuan kelonin..”. 

“Inggih Tuan.., sekarang Sasa capek.., Sasa pengen bobok..”. Saya perhatikan memeknya sudah mulai melebar dan agak membelah dibandingkan sebelum saya perawanin. Saya peluk dia dan saya cium dengan mesra Sasa, si gadis kecilku. Saya dan Sasa pun akhirnya tertidur dengan pulas. Sekian .

Cerita perawan, cerita dewasa terbaru, cerita sange, cerita ML, cerita ngentot, cerita bugil, Foto Bugil, Cerita hot Indonesia, Cerita hot Bule, cerita bokep, Cerita ngentot.


       

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Agen Sex
OMPOKER Cerita Sex Dewasa Agen Domino99 Terpercaya Nonton Bokep Streaming omdomino warungqq agen judi Situs Poker online dewatogel99 oke77 Cerita Sex Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Nonton Bokep Streaming Cerita Sex Dewasa