Breaking

Agen Poker Online

Monday, May 8, 2017

CERITA DEWASA - TUSUK MEMEK ABG

Sex Dewasa 19, Cerita Rintihanku, cerita perawan, cerita dewasa terbaru, cerita sange, cerita ML, cerita ngentot, cerita bugil, Foto Bugil, Cerita hot Indonesia, Cerita hot Bule, cerita bokep, Cerita ngentot, Agen Judi Online Terpercaya, Situs judi Online, memek basah, toket besar, pesta sex, cewek bispak, threesome, sange berat, cewek horny, abg hypersex.




Keluargaku tergolong orang yang sedang-sedang saja, tapi masih bisa dibilang kecukupanlaah tapi tidak kaya. Aku adalah anak laki-laki satunya dari 5 bersaudara. Aku anak nomer 3 dari 5 anak anak orang tuaku. Ayahku bekerja sebagai PNS di kantor kecamtan tempat aku tinggal dan ibuku hanya seorang penjual kebutuhan makanan pokok dipasar. aku tinggal di suatu desa yang berdaerah di Magelang. waktu itu Kakak pertamaku baru SMA kelas 3, kakak kedua ku baru 3 SMP, sementara aku kelas 1 SMP dan adik-akikku yang satunya masih sd dan yang satunya masih kecil. Aku sama kakak kedua satu sekolahan jadi kita selalu berangkat bersama. 

Bisa dibilang kalo aku ini anak yang agak nakal. Saat SMP pun aku sudah merokok ya walaupun masih mumpet-mumpet. Dan yang lebih parahnya lagi aku ini termasuk anak yang gila dengan sex. Aku sering nonton film BF baik lewat HP maupun kadang-kadang aku meminjam kaset VCD porno. Aku sangat berhasrat ingin mempraktekan apa yang sering aku lihat, tapi aku tidak bisa. Karena saat itu aku masih dilarang pacaran oleh orang tuaku karena umurku masih kecil. Umurku saat itu baru 13 tahun. Aku termasuk anak yang tidak jelek tapi juga gak ganteng, tapi aku mempunyai bakat dalam semua bidang olah raga tapi yang paling aku sukai saat itu adalah Volly. Tapi aku tidak menjadikan volley ini sebagai olah raga  murni tapi aku menjadi bakat volley ku ini sebagai sarana untuk mendapatkan uang.

Sampai suatu saat ada seorang cewek yang tau kalo aku volly dengan taruhan. Saat aku bermain volly sekilas aku melihat cewek itu memperhatikanku. Cewek itu namanya Feli, dia senagkatanku tapi berbeda kelas. Feli orangnya cantik, tinggi, tubuhnya langsing. Dia termasuk cewek cantik dalam sekolahanku. Tapi aku tetep focus pada volly ku ini. 15 menit sesudah volly dengan kemenanganku aku lantas menuju kantik untuk membeli minum. Tak lama aku dikantin tiba tiba Feli nyamperin aku, dia memanggilku karena saat itu aku sedang dengan teman-temanku. Oohh ya aku lupa ngasih tau, namaku Jojo.

“Jojo, bisa ngomong sebentar” ujar Feli.

“Emang ada apa fel, kok tumben kamu mencari kau” jawabku.

“gak papa kok, bisa gak, kalo gak bisa yaudah aku pergi saja” sahut Feli dengan seakan dia akan pergi.

“Eeeehh…iya bisa kok” lantas aq langsung nyamperin Feli.

“Ada apa fel” tanyaku.

“Kamu tadi volley itu taruhan ya” Tanya Feli.

“Kok kamu tau, siapa yang ngomong” jawabku.

“Aaahhh gak perlu kamu tau siapa yang ngomong, bener atau enggak” Tanya Feli.

“Iyha bener, terus kalo bener aku taruhan kenapa”?? jawabku menantang.

“Aku akan ngelaporin kamu keorang tuamu kalo kamu sering maen volley taruhan saat sekolah” Feli menggetakku

“Eeeehhh..jangan donk fel, nanti aku bisa dimarahin sama ortuku” jawabku memohon.

“Makanya sekarang aku peringatkan, kalau maen volley lagi jangan pake taruhan, kalau enggak mau nurut aku akan member tahu orang tua kamu” Feli menasehatiku.

“Iyha deeh fel aku gak akan taruhan lagi. Kamu kok baik sama aku kayak gini emang kenapa fel” tanyaku sambil menatap matanya.

Feli tidak menjawab lantas meninggalkanku gitu aja. Aaaaahh….dasar cewek aneh pikirku Perlu diketahui kalo Feli itu adalah tetangga sebelah rumahku meskipun agak jauh ya sekitar 500 meteran lah dari rumahku. Kadang-kadang kita juga berangkat sekolah bersama. Feli termasuk keluarga yang lumayan kaya. Ayahnya mempunyai usaha jual beli sepeda motor, dan ibunya adalah seorang pegawai negri di kabupaten. Karena perbedaan derajat kita jadi aku menganggapnya biasa saja, karena aku berpikran tidak mungkin Feli  mau sama aku. Walau kadang kadang aku juga menggodanya dan Feli pun malu malu. Biasa anak kecil ya begitulah, masih malu malu.


Sejak Feli menegurku waktu disekolah saat itu akumempunyai rasa yang berbeda dengan Feli. Rasa Cinta monyet pikirku. Lalu aku menemui Devi teman dekat Feli, lalu aku meminta nomer HP nya (saat itu belum ada Blackberry jadi aku meminta nomer HP-nya) dan Devipun ngasih aku nomernya tapi aku berpean apda Devi agar tidak memberitahu dita kalau aku meminta nomernya (biasa anak kecil masih jaim). Malamnya aku iseng sms Feli, dalam sms ku aku hanya menulis “Haaaiiii”, Feli pun tidak membalasnya. 5 menit aku tunggu Feli tetap tak membalasnya, lalu aku sms lagi “Sombong banget siih Neng”. Naah sms ku yang kedua ini akhirnya dibalas oleh Feli “Kamu siapa, kok ngatain aku sombong, emang kamu kenal sama aku” bls rina dengan judes. 

Setelah Feli membalas judes akupun tak membalasnya, aku berniat untuk membuat penasaran dia. Keesokan harinya saat sekolah saat kami bertemu juga biasa saja tapi kalau aku Tanya tentang kenapa kemaren kamu “Care” denganku kayak gitu Feli masih tak menjawab dan langsung pergi. Hal itu semakin membuat aku penasaran. Malam harinya aku sms Feli lagi, sama seperti kemaren “Haaaiiiii” tapi kali ini Feli langsung membalsnya “kamu siapa, tolong dijawab, kalau kamu emang kenal denganku” balasan sms Feli.
Karena balasannya baik gak judes seperti kemarenmalam akhirnya aku membalasnya jujur .

“Ini aku Jojo fel,hehehe” bls smsku.

“Oooalaah ini kamu to Jojo, tak kirain siapa” bls Feli.

“hehe,,,iyha fel ini aku Jojo, kamu lagi apa fel” balasku kembali.

“lagi tiduran aja ni Jo, kamu sendiri lagi apa Jo?? Eeehh kenapa kamu sms aku ngatain aku sombong Jo??” bls Feli.

“sama aku juga lagi tiduran sambil nonton TV fel, hehehe…abisnya kemaren smsku yang pertama gak kamu balas kok, maaf ya rim” balasku.

“lha aku gak tau nomer siapa makanya aku gak balas Jo, aku orangnya gitu kalau gak kenal sms yang sms aku males balesnya” bls Feli. “Owwh begitu ya, aku minta maaf ya karena kau kemaren udh ngatain kamu sombong rim. Eeehh kamu udah makan belum rim?? Jangan lupa nomerku di save ya rim” balasku. “Iyha gak papa kok Jo, makanya kalau sms itu dikasih nama biar tau. Aku udah makan kok, kamu udah belum jo” balas Tanya Feli

“Iyha Feli,,aku juga udah kok fel, eehh kemaren kenapa kamu care gitu sama aku fel” tanyaku yang masih penasaran. Kembali lag isms ku yang menanyakan tentang waktu itu gak dibalas lagi. Aku semakin dibuat penasaran, kenapa kalau ditanya tentang itu gak pernah dijawab. Aku bertekad untuk kapan kapan aku akan mengajak dia keluar dan aku akan menanyakannya lagi, mungkin kalau berdua dan bertemu langsung Feli akan jawab.


Siang harinya setelah pulang sekolah aku sms Feli “Feli kamu lagi apa?? Kamu ada acara gak??”. “Enggak ada kok Jo, emang kenapa Jo”??. “Aku ingin ngajak kamu maen rim,gmn kamu mau gak??”balasku. “maen kemana Jo?? Tapi aku gak bisa sampai sore Jo, soalnya aku nanti sore ada les” balas Feli. “Minum es buah aja kok, Cuma sebentar fel, setelah itu kita langsung pulang. Aku jemput kamu sekarang ya fel???”balasku bahagia. 

“Iyha Jo” balas singkat Feli.

Akupun langung menuju rumah Feli yang hanya berjarak 500 meteran saja jd kn gak lama. Aku sampai didepan rumah Feli yang cukup besar itu ternyata Feli sudah menuggu didepan rumah. Langsung saja Feli membonceng motor Honda 70 ku yang jadul. Tak kusangka saat menuju es campur Feli berpegangan erat memeluk perutku, aku kaget, seketika juga langsung penisku berdiri tegang, tapi aku berusaha menahannya, agar Feli gak tahu.


Sampai tempat penjual es campur itu, kita ngobrol-ngobrol seperti biasa. Aku Tanya kesana sini, kemana mana panjang lebar dan sampailah aku kembali menanyakan kejadian waktu itu saat disekolahaan.

“kamu setiap aku Tanya soal waktu disekolahan waktu itu kenapa kamu tidak menjawan fel, kenpa toh” tanyaku.

“Eeeemmmm…kamu beneran mau tau kenapa ya Jo" jawab rina menggodaku.

“Iyha beneran mau tahu lah fel, kalau aku gak mau tahu ngapain aku Tanya terus sama kamu fel, kamu itu aneh” jawabku.

“Begini Jo, aku care sama kamu, mau ngasih tau kamu, marah marah kalau kamu salah semua itu karena aku suka sama kamu Jo” balas Feli pelan.

Tiba tiba sejenak aku diam dengan wajah yang kemerahan.

“kamu ngomong gitu beneran fel??” tanyaku lagi.

“Iyha beneran laah Jo, ngapain kalo aku gak beneran suka sama kamu aku sampai mau kamu ajak keluar”jawab Feli.

“Sebenarnya aku juga sudah suka sama kamu dari dulu fel, tapi aku gak berani ngomong karena kamu terlalu lebih segala-galanya fel. Berarti kamu mau jadi pacar aku kan fel??” jawabku pelan.

Tiba tiba sejenak aku diam dengan wajah yang kemerahan.

“kamu ngomong gitu beneran fel??” tanayaku lagi.

“Iyha beneran laah Jo, ngapain kalo aku gak beneran suka sama kamu aku sampai mau kamu ajak keluar”jawab Feli.

“Sebenarnya aku juga sudah suka sama kamu dari dulu fel, tapi aku gak berani ngomong karena kamu terlalu lebih segala-galanya fel. Berarti kamu mau jadi pacar aku kan fel??” jawabku pelan.

“Iyha Jo, aku mau jadi pacar kamu, tapi janji kamu akan perhatian sama aku” jawab Feli minta janji. “Iyha rim aku akan selalu perhatian sama kamu, selalu sayang sama kamu rim”.

Hari itu kita pun jadian sebagai seorang kekasih. Semenjak jadian kita berangkat sekolah bersama, disekolahan selalu bersama, setiap malam selalu sms’an, bahagia rasanya dalam hati ini. Setelah seminggu lebih kita berpacaran, saat aku maen kerumahnya yang selalu sepi karena kedua orangtuanya yang selalu sibuk, lantas aku mencoba kadang mencium pipi Feli sambil tersenyum, Feli pun membalas dengan senyuman.

Keadaan yang sepi membuat berhasrat untuk mencoba yang lainnya. Saat Feli tiduran diatas kakiku,  langsung saja aku beranikan diri mencium bibir Feli, Feli diam dan memandangku, entah setan apa yang ada diotakku ini, saat Feli memandangku aku langsung melumat bibir  Feli, tapi tak kusangka ternyata Feli membalas lumatanku itu, dia membalas seranganku kebibirnya. Lidahnya juga bermain dimulutku. Ternyata dia lincah juga pikirku dalam hati. Lama sekitar 10 menit kita berciuman akhirnya kita kembali bersantai ngobrol aja. Waktu menunjukan sudah sore, akupun segera pulang.

Hari-hari selanjutnya selalu kita lalui seperti itu, saat aku maen dirumahnya kita selalu berciuman karena pada saat itu aku hanya berani menciumnya gak berani ngapa-ngapain. Sekitar sebulan lebih aku hanya berani sebatas ciuman saja. Setelah satu bulan lebih aku berpacaran dengan Feli, aku baru mulai berani pegang payudaranya, Feli pun membiarkannya saja. Setelah itu sampai suatu hari aku mengajaknya maen kerumahku. 

Saat itu rumahku sepi, keluargaku sedang pergi ke kota. Setelah pulang sekolah dan Feli sudah ganti baju lalu dia datang kerumahku. “Pada kemana Jo kok sepi rumahmu”
Tanya Feli. “ pada kekota rim, gak tau ngapain, aku sampai dirumah udah sepi kok, makanya aku meminta kamu untuk maen kerumaku” jawabku sambil senyum. “lha emangnya kenapa Jo??” Tanya Feli. “kalau rumahku sepi kan kita jadi punya waktu yang banyak buwat bermesraan rim,hehe”jawabku sambil tersenyum. “Ahhh kamu ini aneh aneh aja Jo, biasanya gimana aja” jawab Feli sambil senyum juga. Langsung saja kutarik tangan Feli dan langsung kucium bibir mungil Feli, kita saling berpagutan. Tangankupun sudah meremas-rems payudara Feli, walaupun baru dari luar kaosnya. Lama kita berciuman tanganku pun masuk kedalam kaos Feli, lalau aku tangankupun menerobos masuk BH yang dipakai Feli.

Aku rasakan kenyal banget payudara Feli yang sedang ini dan tersa semakin mengeras. Aku pilin-pilin putting Feli dari dalam kaosnya sambil kita terus berciuman. Sejenak Feli melepaskan ciumanya dan merintih “Aaaahhhh…Tooom…Sakitt…Pelan-pelan saja ya” rintih Feli. Akupun sedikit mengendorkan tangankuyang memilin putingnya. Kita kembali berpagutan dan terus ku pilin putingnya.

15 menit sudah kita berciuman dan kupilin putingnya, lalu aku menggendong Feli masuk kamarku. Sampai dikamar aku menidurkannya dan kembali kita berciuman, kali ini tanganku  langsung menuju vaginanya, aku elus elus vaginanya dari luar celana dalamnya karena waktu itu Feli menggunakan rok jadi lebih mudah. Pertama tangan Feli menahanku, tapi aku terus berontak, aku terus menciumi bibir Feli dengan ganasnya sambil terus kutekan vaginanya sampai “Oooouuuuhhhh…..Ouuuuhhhh…” rintih Feli.

Kali ini tangan Felisudah tidak menahanku lagi, aku terus menekan nekan bibir vagina Feli. Terus kita berciuman tangan Feli aku pegang dan aku arahkan ke penisku yang sedari tadi sudah sangat tegang sampai keluar dari celana dalamku. Feli memegangnya tapi dia hanya sekedar memegang saja. Tanganku kembali ke vagina Feli, kali ini aku berusaha menyelipkan tanganku masuk kedalam celana dalam putih yang dia kenakan. Aku merasakan ada sebuah gundukan kecil tanpa ada bulunya. Apakah ini yang namanya vagina karena baru kali ini aku memegangnya secara langsung.


Tak berapa lama aku menyingkapkan kaos Feli dan menciumi putting rim kadang kadang juga aku sedot putingnya. Putting Feli sangat indah warnanya merah agak ke pink yang sudah mengeras. Sambil aku melumat payudara Feli tanganku membuka resleting celanaku dan menurunkan sedikit celana ku dan juga celana dalamku agar Feli bisa memegangnya dengan langsung dan bebas.

Kupegang tangan Feli dan kuarahkan menuju penisnya dan akhirnya terpeganglah sudah penisku oleh Feli. Aku ajarkan tangan Feli agar menaik turunkan tangannya yang sedari memegang penisku. “Aaaahhh…Nikmat banget rasanya”. Tangan Feli sudah di penisku tanganku pun kembali menggogohi vagina Feli yang ternyata sekarang sudah mulai basah. Jari jri tanganku terus mencolek colek klitoris Feli, erangan demi erangan pun keluar dari mulut Feli.

“Aaaahhh….Niiikk…Maaaattt….” desah Feli.

5 menit sudah aku melumat putting dan mencolek klitoris Feli lalu aku membuka celana dalam putih Feli, lalu kuarahkan penisku didepan vagianya Feli. Sungguh dangat indah vagina Feli, putih bersih tanpa ditumbuhi bulu sedikitpun, bibir vagina yang masih merah membuat birahiku semakin naik. Awalnya Feli gak mau nglakuin ini, tapi setelah aku meyakinkan Feli sebentar akhirnya Felipun mau dengan janji kalau aku akan selalu setia sama dia, dan akupun mengiyakan nya. Dengan masih memakai celana dan Feli pun masih menggunakan rok nya aku memasukkan penisku ke vaginanya. “Pelan pelan ya sayang” ucap Feli sesaat akumau memasukan penisku.

“iyha saying” jawabku sambil aku memasukkan penisku. Terasa sangat sulit banget kepala penisku masuk ke memek Feli “Aaaaahhhh….” Feli sudah mendesah. Lalu akupun tak kurang akal, aku mengambil sedikit air liurku dan aku oleskan ke kepala penisku untuk membuat licin. Dan akhirnya kepala penisku pun masuk “Oooooouuuuhhhhhhhh…..” desah Feli panjang. Pelan pelan aku memasukan penisku dan akhirnya “Bleeeessshhhhh….” Masuklah semua penisku kedalam liang vagina Feli disertai dengan rintihan panjang Feli “Ooouuuuuhhhhh….Oooouuuuuhhhh…..”. Saat semua penisku masuk vagina Feli terasa ada suatu cairan keluar dan saat kulihat ternyata darah.

Darah perawan Feli mengalir, sejenak aku berhenti. Setelah beberapa detik aku melanjutkan memompa Feli dengan perlahan. Desahan Feli tak pernah berhenti, setiap genjotan yang aku lakukan Feli terus mendesah kenikmatan “Ouuuhhhh…Aaaahhh…OOuuuhhhh…Aaahhhh…Sayaaaaaang…”. “Aaaaahhhh…Ooouuuhhh….”. desahan Feli disamping kupingku membuat aku semakin bersemakin memompanya. Semakin lama semakin keras aku memompanya.

10 menit sudah aku memompa Feli akhirnya aku merasakan kalau aku akan keluar, segeralah kutarik penisku dari memek Feli dan kukocok sebentar dan akhirnya 

“Crooottthhh…..Crroooottthhh…Crrrooottthhh…Crrrooooootttthhhh….. spermaku nyemprot bnyak banget di perut Feli bahkan sampai payudara Feli. Banyak banget spermaku yang keluar.

Akjpun terkulai lemas, aku tiduran disamping Feli yang juga measakan sangat lelah. Sejenak kita hanya saling diam. Dalam keadaan yang berlumpuran spermaku aku berucap lirih ditelinga Feli “I Love You Sayang” dan sambil tersenyum Feli juga membalasnya “I Love You Too Sayang” lanjut aku mencium bibir Feli sebentar. Lalu Feli menyuruhku mengambilkan tisu, dan akupun mengambilkanya. Setelah tubuh Feli bersih kita keruang tamu untuk sejenak ngobrol dan akhirnya aku mengajak keluar Feli untuk makan.

Setelah kejadian siang itu aku dan Feli semakin mesra, disekolahan pun kita selalu bersama terus saat jam istirahat. Dan minggu-minggu, bula-bulan dan tahun mendatang jika suasana memungkinkan kita kembali melakukannya. Sampai saat kita memasuki SMA, disinlah kita mulai berpisah sekolahan, aku dan Feli tidak satu sekolahan. Hal itulah yang menbuat hubungan kita semakin jauh dan kahirnya kita putus.



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Agen Sex
OMPOKER Cerita Sex Dewasa Agen Domino99 Terpercaya Nonton Bokep Streaming omdomino warungqq agen judi Situs Poker online dewatogel99 oke77 Cerita Sex Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Nonton Bokep Streaming Cerita Sex Dewasa