Breaking

Agen Poker Online

Saturday, July 15, 2017

CERITA DEWASA DI ENTOT AKHIRNYA AKU LANGSUNG PASRAH KEENAKAN




Saya sudah 14 tahun menjadi janda. Saya membesarkan ketiga anak-anak saya dengan tenaga saya sendiri. Saya harus harus pontang panting mencari nafkah agar anak-anak saya bisa terus sekolah. Setelah lima tahun saya sendiri, anak sulung saya Harda mulai bisa membantu saya di pasar dan dua adik perempuannya harus pula kerja keras di rumah, walau mereka masih kecil. Saya bangga pada anak sulung saya yang mau membantu saya di pasar berjualan. Dia mau bekerja keras mengangkati barang-barang pelanggan, seperti beras selalu dia pikul seberat 20kg.

Nilai raportnya di sekolah cukup bagus dan kami senang padanya. Saya kira dia adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ibunya yang sudah janda. Ketika ayahnya meninggal dunia dia masih kelas 5 SD dan adiknya yang kecil belum sekolah. Saya dan ketiga anak-anak saya selalu tidur sekamar.

Terkadang saya membutuhkan Harda untuk mengambil air panas, untuk menyeduh susu anak bungsu saya. Harda selalu saja kurang tidur. Jika hujan, saya selalu mengeloni Harda untuk melepas rindu saya pada bapaknya yang mriip sekali dengan wajahnya.

Saya menolak setiap tawaran laki-laki yang mau menikahi saya. Terlebih jika laki-laki itu tidak jelas, mau hidup menumpang pula dalam kehidupan saya yang yang saya anggap sudah susah, sementara mereka menganggap saya orang mampu karena memiliki dua kios peninggalan suami saya yang saya usahai dengan gigih.

Harda memang suka kolokan. Malam-malam dia suka membuka baju saya dan menyusu. Bila saya larang, dia selalu merengek. Dia tidak malu menyusu di depan adik-adiknya. Lima tahun, dia terus menyusu pada saya, walau sebenarnya air susu saya sudah tidak ada. Sampai kelas 3 SMP, dia tidak bisa tidur kalau dia tidak menyusu.

Yang terjadi pada saya, setiap kali di menyusu, terus terang saya selalu nafsu, karena usia saya juga masih produktif. Terkadang, jika saya butuh, saya malah sering menyodorkan tetek saya ke mulutnya, kemudian tangan saya meraba-raba klitoris saya. Sampai akhirnya saya tertidur pulas, setelah saya tiba pada puncak klimaks saya.

Terkadang, Harda justru tertidur lebih dulu, sebelum saya tiba pada klimaks saya, lalu saya memaksanya untuk kembali mengisap tetek saya. Jika dia tidak mau, saya mengancam, kalau besok-besok saya tidak mengizinkannya menyusu lagi.

Lima tahun dia terus menerus menyusu, sampai dia kelas 1 SMA. Semakin lama, cara menyusunya semakin membuat saya benar-benar bernafsu. Dia selalu menyusu saat kami nonton TV, ketika adik-adiknya sudah tidur, atau kalau dia ingin menyusu, dia tinggalkan kamar tidurnya, lalu datang ke kamar kami dan langsung saja membuka baju saya dan terus menyusu. Setelah puas menyusu, dia kembali ke kamar tidurnya. Malam itu, 10 tahun lalu tidak demikian.

Kami nonton TV bareng, sampai pukul 00.30, karena ada acara yang menarik. Sambil menonton, saya menyodorkan tetek saya ke mulutnya, karena saya juga nafsu melihat adegan dalam film yang kami tonton dengan menggunakan antena parabola, dari Prancis.


Mungkin sebuah kesalahan bagi saya, saya membiarkan tangan Harda menepis tangan saya, saat saya meraba klitoris saya. Tangan Hardalah yang menggantikan rabaan pada klitoris saya dan saya menikmatinya. Saya berada di awang-awang rasanya, karena tangannya mampu membuat saya terbang.

Saya pun sudah tidak duduk di sofa lagi, melainkan saya sudah duduk di lantai yang beralaskan karpet. Saat itu tanpa sadar, karena saya sudah demikian hampir tiba pada orgasme saya. Saya tak ingat lagi bagaimana kejadiannya, tiba-tiba penis Harda sudah masuk penuh kedalam memek saya. Saya mulai dipompanya dari atas dan saya melayaninya, sampai saya orgasme dan memeluiknya dengan kuat. Saat itu pula Harda melepaskan spermanya beberapa kali.

Lama kelamaan pelukan kami merenggang. Saat itulah saya sadar, kalau Harda masih berada di atas tubuh saya.

"Kenapa kamu perkosa Ibu? Kan aku ibu kandungmu?" kata saya setengah berteriak dalam bisik saya. Harda tak menjawab.

"Kenapa, Nak?" tanya saya lagi.

"Maafkan Harda Bu. Harda gak sengaja. Harda nafsu sekali. Sudah lama sekali Harda menginginkannya" katanya ketakutan.

"Tapi..." saya meneteskan air mata.

"Maafkan Harda Bu..."

Kami pun diam. Saya turunkan kain sarung saya untuk menutup kemaluan saya. Lalu saya mengambil celana dalam Harda dan memakaikannya. Saat saya memakaikannya, saya masih melihat kemaluannya masih basah berlendir.

Saya mematikan TV dan pergi meninggalkannya. Saya masuk ke kamar saya dan dan saya kunci dari dalam. Saya lihat kedua putri saya tertidur dengan pulas. Saya terus menangis, sampai kemudian saya tertidur pulas dan bangun kesiangan. Saya terbangun setelah Harda menggedor kamar saya, dan saya membuka pintu.

Begitu saya membuka pintu, Harda memeluk saya dan memohon maaf atas kejadian tadi malam. Saya diam saja. Harda mengikuti saya kemana saja sampai mulut saya mengeluarkan kata-kata "Ya.. sudahlah".

Beberapa hari kami tidak saling tegur sapa. Sepulang dari sekolah dia langsung ke pasar membantu saya. Di pasar dia mengganti pakaiannya. Begitu dia datang, saya langsung menyiapkan makan siangnya, tanpa bicara apa-apa. Dia juga makan dalam diamnya dan bekerja dalam diamnya, karena dia sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan sebagai tugas tugas rutinnya.

Setelah sepuluh hari, dia memasuki kamar saya dan membuka baju saya, lalu menyusu.-nonton bokep indo ringan > indoasoy.com- Duh... batin saya. Harda datang tepat waktu, saat saya demikian bernafsu malam itu. Tak bisa saya tolak perbuatannya, karena entah kenapa saya benar-benar sangat bernafsu.

"Jangan disini. Tunggu aku di kamarmu” bisik saya.

Harda langsung keluar kamar. Saya pastikan kedua putri saya tertidur pulas, saya pun mendatanginya ke kamar tidurnya. Langsung saya buka payudara saya untuk saya sodorkan ke mulutnya. Harda justru memeluk saya dan mencium bibir saya dan melumatnya. Saya refleks membalas lumatan bibirnya dan kami saling melumat, dan semuanya berlangsung demikian saja, dan saya sudah telanjang bulat.

Payudara saya menjadi sasarannya dan memek saya dielus-elusnya, sampai basah. Dan... saya merasakan memek saya sudah dipenuhi sebuah benda hangat. Kami saling berpelukan lalu kami saling jilat, saling gigit dan segalanya, hingga kami berdua tiba pada puncak kenikmatan kami. Lalu kami terkulai, sampai kami dibangunkan oleh adzan subuh. Kami bersiap-siap memakai pakaian kami dan saya segera kembali ke kamar saya.

Sebulan setelah itu, saya ternyata tidak haid. Saat saya periksakan, hasilnya menyatakan saya sudah hamil tiga minggu. Saya panik. Saya mendengar cerita-cerita teman-teman dipasar, sampai saya mengatakan ada tetangga saya yang hamil sudah tiga minggu, sementara suaminya sedang merantau.


Bagaimana mengatasinya. Kasihan tetangga saya, ujar saya. Seorang teman mengajari saya, agar saya membawa sang tetangga ke sebuah ahli jejamuan. Katanya kalau belum lewat sebulan masih gampang di lunturkan. Nasihatnya saya turuti, Malam saya minum jamunya, besok siangnya saya haid selama empat hari.

Setelah saya laporkan pada teman saya bahwa nasihatnya itu manjur, teman saya di pasar menganjurkan agar tetangga yang saya ceritakan padanya memakai susuk KB pada seorang bidan yang dia kenal dan laki-laki selingkuhannya itu memakai kondom, jadi aman, sebab keduanya sudah saling menjaga.



3 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Agen Sex
OMPOKER Cerita Sex Dewasa Agen Domino99 Terpercaya Nonton Bokep Streaming omdomino warungqq agen judi Situs Poker online dewatogel99 oke77 Cerita Sex Dewasa Cerita Dewasa Terbaru Nonton Bokep Streaming Cerita Sex Dewasa